Senin, 04 Agustus 2014

puisi untuk kasih

Siang dan malam tak kan pernah bisa jalan beriringan, bulan tak kan pernah dapat mencumbu mentari walau mereka berada ditempat yang sama, langit .. .. waktu seakan menjadi sebuah patokan menentukan keberadaan segalanya. Kusapa kau dengan sebutan bulan, yang kutemui di alam maya. Dan kusebut diriku mentari, yang kau temui dijalur tanpa wujud dalam aroma teknologi yang kental. Harapku waktu tak menjadi acuan biar jumpa kita, mengubah alam dan s'gala ritmenya membuat kicau burung sontak berhenti kar'na nyata pertemuan mentari dan bulan ? Alam ternyata tak mau berpihak, tiada restu pula dari Sang Khalik sebagai penentu ? Selempar bola .. .. segalah pun tak sampai, namun waktu yang harusnya tanpa batas tak mampu pertemukan kami. Kini diriku mengenalnya dari jauh dirinya kembali mengikuti kehidupan yang memanggil. Jika ada waktu tersisa .. .. inginku, bumi berhenti sejenak Pertemukan bulan yang merajuk kar'na tak bisa memanggut mentari .. ..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...