"Demi Allah, hakikat seorang pemuda adalah dgn ilmu dan takwa, bila keduanya tidak ada maka ia tidak ada nilainya." (Imam syafi'i) Pemuda adalah PELOPOR bukan PENGEKOR perubahan Pemuda adalah PEMBAHARU bukan tukang HURA-HURA Pemuda adalah PENGGAGAS bukan PEMALAS Pemuda adalah PEJUANG bukan PECUNDANG (Inspirasi buku #InsanMudaEmas ) ----------------------------------------------- DELETE masa lalu. REFRESH masa kini. DOWNLOAD masa depan.
Senin, 04 Agustus 2014
kenangan dirimu
Waktu penuh kenangan berujung jua
meninggalkan cerita yang tak berkesudahan
memaparkan pada sebuah perpisahan
yang sesungguhnya tak dapat diterima
sebab ada hati yang tercecer
berlumur kepedihan, entah berapa lama.
Mengapa hidup ini selalu dibatasi dengan waktu
yang selalu mengejar tanpa peduli
yang tak mau menunggu dikala perlu
yang dengan garang merampas moment indah.
Mengapa harus aku, dia dan kamu
yang harus merasakan sedihnya hiudp sunyi
sementara yang lain beria-ria, tak kehilangan.
Mengapa harus aku, dia dan kamu
yang harus melewati hampanya hari
sementara yang lain membuang hari dengan percuma.
Mengapa mereka yang tidak perlu selalu mendapat
tapi menyia-yiakan tanpa rasa bersalah,
sedangkan kamu yang butuh justru diambil
disaat kami justru angat membutuhkan ?
Banyak hal yang tak dapat ku mengerti
banyak hal yang harus kupahami
dengan linangan airmata atau dengan diam
namun tak dapat juga hingga
waktu akhirnya mengambil alih semua ....
puisi untuk kasih
Siang dan malam tak kan pernah bisa jalan beriringan,
bulan tak kan pernah dapat mencumbu mentari
walau mereka berada ditempat yang sama, langit .. ..
waktu seakan menjadi sebuah patokan
menentukan keberadaan segalanya.
Kusapa kau dengan sebutan bulan,
yang kutemui di alam maya.
Dan kusebut diriku mentari,
yang kau temui dijalur tanpa wujud
dalam aroma teknologi yang kental.
Harapku waktu tak menjadi acuan
biar jumpa kita,
mengubah alam dan s'gala ritmenya
membuat kicau burung sontak berhenti
kar'na nyata pertemuan mentari dan bulan ?
Alam ternyata tak mau berpihak,
tiada restu pula dari Sang Khalik sebagai penentu ?
Selempar bola .. .. segalah pun tak sampai,
namun waktu yang harusnya tanpa batas
tak mampu pertemukan kami.
Kini diriku mengenalnya dari jauh
dirinya kembali mengikuti kehidupan yang memanggil.
Jika ada waktu tersisa .. ..
inginku, bumi berhenti sejenak
Pertemukan bulan yang merajuk
kar'na tak bisa memanggut mentari .. ..
bingung deket sang doi
bersama seorang yang disayangi itu,,
kadang bingung,kadang jga salah tingkah juga,
jadi pendiem semua,padahal kagak ada apa-apa,hatinya debar-debar kagak karang karuang
beh beh,, piye iki,,,,,
delok ae saiki nang jejerku malah meneng ae, hahahahaha
Langganan:
Postingan (Atom)